rini apriani

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

MENDADAK DAGANG DUREN

Mendadak Dagang duren

Wanginya bau buah durian menggelitik lidahku untuk mencicipi daging buahnya. Setiap hari sepulang sekolah sepanjang perjalanan kucium wanginya. Hmmmm...harum. Tibalah waktunya musim durian runtuh dari kebun tetanggaku. Rika namanya, si tukang sayur langganan kami. Setiap pagi ia menjajakan sayur dagangannya ke rumah-rumah di RT kami. Sepulang dari berjualan sayur, ia dengan anaknya bergegas untuk pergi ke kebun durian milik ibunya untuk menunggu durian runtuh. Sore harinya ia menjajakan buah durian yang sdh dan didapatnya dari kebun. Mulailah ia berkeliling menjajakan buah duriannya. “Hhhhhh..durian..durian...”.suaranya jelas terdengar depan rumahku. Ku pilih-pilih dari buah yang ada, ada yang besar kecil, sedang, dan besar. Harganya pun bervariasi dari 15.000, 20.000, sampai 25.000. Dan akhirnya pilihanku jatuh pada 3 buah durian berwarna hijau, kucium baunya dan khas durian matang. Banyak komentar tetanggaku yang mengatakan durian yang aku pilih itu tidak matang sempurna, bahasa kota Lahatnya “Lundang”. Tapi kok hidungku menciumnya bau khas durian matang. Kubawa pulang buah durian itu, tak sabar rasanya langsung kubelah dan terlihatlah buah durian warna kuning mentega. Besar, kuning, manis, dan wangi. Bergegas kuambil Smartphoneku dan kuambil foto buah durian yang terang. Kupasang foto durian tadi menjadi status di Whattsapp pribadiku. Tak lama kemudian, tang..tung..tang..tung...bunyi pesan WA ku masuk. Ternyata beberapa pesan dari temanku masuk. Beginilah beberapa pesan mereka tentang buah durianku itu. “Wow...besarnya”, “Dijual gak Rin?”, “Masih ada gak jualannya?”,”Beli dimana?”,”Bisa nitip gak?”, dan bla bla bla. Jadilah sore itu mencari Rika si Tukang sayur kami itu untuk menanyakan masih ada gak kah buah duriannya. Dan ternyata masih ada. Besok sore dianterin. Keesokan sorenya durianku jadi dianter ke rumah. Dan kuborong semua durian jualan Rika. Dan kuantarkan pesanan teman-temanku itu semuanya kerumahnya. Dan beberapa ada yang mengambil sendiri ke rumah. Jadilah aku si Pedagang Duren Dadakan. Senang dan puas. Rezeki tak lari kemana. Dari niat awal yang hanya ingin berbagi rasa tentang nikmatnya buah durian, membuatku justru menjadi pedagang durian dadakan. Kutanya teman-temanku yang membeli buah durian dariku. Apakah rasanya sama dengan yang aku beli. Dan Wow...karena berasal dari pohon yang sama. Jadilah rasanya juga sama. Durian manis dan legit

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali